Peralatan militer Amerika Serikat (AS) yang berupa suku cadang pesawat tempur akan segera dijual ke beberapa negara. Yang mana suku cadang pesawat C-17 akan dijual ke India dan C-16 ke Pakistan.

Melansir dari laman SindoNews.Com, Minggu (29 Juli 2019), Pemerintah Amerika Serikat, Donald Trump telah sepakat untuk memproses penjualan suku cadang peralatan militer kepada India dan Pakistan.

Seperti yang telah diketahui, kedua negara itu merupakan negara yang memiliki senjata nuklir. Hingga kini keduanya masih saling unjuk gigi dalam penentuan siapa yang terbaik.

Baca Juga : Kuartal II/2019 Jadi Masalah Utama Ekonomi AS

Pada hari Sabtu (28 Juli 2019), Kongres telah mendapat laporan penjualan terkait suku cadang peralatan militer setelah disetujui oleh Donald Trump.

Badan Kerja Sama Pertahanan (DCSA) Pentagon, Amerika Serikat menyebut bahwa proses pengangkutan alat perang tersebut paling tidak membutuhkan kurang lebih 60 kontraktor. Selain itu, harus ada pemantauan yang bertugas selama 24 jam demi melancarkan operasi pengiriman tersebut.

Dalam akun Twitter resmi milik kantor tersebut, @StateDeptPM, Sabtu (28 Juli 2019). Pihaknya menginformasikan bahwa harga jual suku cadang alat perang F-16 yang dijual ke Pakistan senilai 125 Juta Dollar.

Terbukti pada bulan Februari 2019, pesawat F-16 yang dimiliki Pakistan telah mengalami krisis keamanan. Yang mana Pakistan dan India telah meluncurkan beberapa pesawatnya dalam aksi pertempuran udara beberapa waktu lalu.

AS Bakal Menjual Suku Cadang Peralatan Militer

Pertempuran ini dapat diartikan sebagai pertempuran perdana antara keduanya selama beberapa dekade terakhir.
Salah satu faktor yang memicu terjadinya pertempuran itu adalah Pakistan dituding India bahwa mereka telah melakukan serangan balasan di beberapa daerah Kashmir, New Delhi. Pesawat tempur yang mereka gunakan yaitu berasal dari buatan Amerika Serikat.

Meski demikian, Pakistan sangat membantah peristiwa tersebut. Mereka mengerahkan pesawat F-16 semata-mata bukan untuk misi penyerangan New Delhi, melainkan untuk melakukan mis yang lain.
Karena merek tahu bahwa misi penyerangan terhadap India sangat menyalahi aturan dan ketentuan eksportir persenjataan Amerika Serikat.

Pada hari Sabtu (28 Juli 2019), Washington telah mengumumkan secara resmi terkait penjualan suku cadang peralatan militer pesawat C-17 ke India. Sedangkan perwakilan yang harus dikerahkan dalam pendistribusian tersebut membutuhkan 23 kontraktor.
Dari akun twiter resmi @StateDeptPM, otorisasi penjualan suku cadang C-17 kepada India ditasfir mencapai nilai 670 Juta Dollar.

Beberapa pejabat Amerika memberatkan keputusan Washington terkait penjualan peralatan militer terhadap India. Karena mereka memiliki bukti yang kuat atas himbauan Donald Trump yang dilontarkan pada tahun 2018.
Meski begitu, Washington telah memuluskan proses penjualan tersebut dengan alasan bahwa India memiliki tujuan untuk membela negara dan bukan untuk melakukan serangan balasan. Sebab, sejauh ini tidak ada larangan dari Pemerintah AS atas hal itu.

Tagged :

bectietco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *