Perang mata uang yang hingga kini masih menjadi misteri akan dimenangkan oleh Amerika Serikat (AS) hingga tahun-tahun berikutnya. Beberapa pihak telah mengklaim bahwa AS sangat mampu dan berkompeten dalam mengatasi hal tersebut.
Seperti dikutip dari Medcom.id, Minggu (28 Juli 2019), sejauh ini perang mata uang masih mengalami fluktuatif, kadang AS menang kadang juga kalah.

Meski begitu, beberapa tahun terakhir AS telah banyak unggul dari beberapa negara lain. Hal ini membuktikan bahwa ekonomi Washington makin hari makin meningkat.
Menurut pandangan Penasihat Ekonomi Global Pimco, Amerika Serikat, Joachim Fels. Ia menyatakan bahwa AS merupakan negara terbesar dalam bidang ekonomi. Jadi wajar saja bila perang mata uang mereka menangkan secara permanen hingga beberapa tahun kedepan.

“Semisal AS berhasil menang dalam hal itu, ini akan menjadi bukti bahwa mata uang Amerika Serikat (USD) turun secara berkala,” ujar Fels.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump menyebut bahwa AS sangat kompetitif dalam persaingan pasar global. Dan itu artinya USD merupakan mata uang yang cukup layak untuk dijadikan kiblat perdagangan antar negara.
Pada tahun 2017 silam, Trump menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas bahwa USD sangat perlu untuk diturunkan. Sebab, hal ini bisa menjadikan AS sebagai salah satu metronom mata uang asing atas beberapa negara.

Baca Juga : Donald Trump Tidak Panik Terhadap Rudal Terbaru Korut

Fels juga menambahkan, hal yang sangat mustahil pasti akan terjadi di tahun depan. Sebab Federal Reserve System (The Fed) telah memiliki kesempatan besar dalam memotong suku bunga ketimbang beberapa bank lain seperti Bank of Japan atau Bank Sentral Eropa.
Terlepas dari itu, Fels juga beranggapa bahwa perang mata uang sejauh ini terus memanas. Dari catatannya, Bank of Japan dan The Fed bakal memungkinkan untuk memotong suku bunga hingga akhir tahun. Namun ia masih belum tahu pasti kapan kedua bank tersebut akan melakukannya.

Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden The Fed, John Williams mengungkapkan, semua bankir sangat harus cekatan dalam melakukan tindakan ini demi proses berlangsungnya pertumbuhan ekonomi dan pemangkasan suku bunga.
“Lebih cepat lebih baik jika hal ini dilakukan. Dari pada harus menunggu masalah datang, lalu segera mengatasinya,” tegas Williams.

Dalam pernyataan lain, semua orang sangat ingin jika nilai mata uang AS turun. Ini mendadakan bahwa proses perdagangan dari beberapa negara bisa berjalan lancar.
Hingga kini ada beberapa pengamat pasar yang tengah memperkirakan bahwa 25 basis poin telah terjadi atas pemangkasan suku bunga AS.
“Sekarang pertanyaannya adalah apakah perang mata uang harus selalu dimenangkan AS? Paling tidak harus anda kestabilan di beberapa waktu kedepan,” tanya Fels.

Tagged : #

bectietco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *