Kuartal II/2019 telah menjadi masalah utama terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) di tahun ini. Sebagaimana pertumbuhan ekonomi di negara yang berjuluk Negeri Paman Sam itu tengah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan terjadinya pengeluaran konsumen yang begitu banyak. Sedangkan ekspor di negara itu tengah melemah. Sehingga masalah ekonomi mudah datang tanpa bisa diprediksi.

Seperti dikutip dari lacitybeat.com, sabtu kemarin (27 Juli 2019), nilai investasi bisnis di AS masih mengalami tingkat kestabilan yang cukup rendah. Hal tersebut efek dari perang dagang dengan negara China.

Sedangkan untuk mengantisipasi resiko penurunan ekonomi tersebut, Pemerintah AS sangat wajib untuk melakukan perubahan terkait Kuartal II/2019.

Dengan kondisi ini, Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve perlu melakukan pemangkasan terhadap suku bunga beberapa hari kedepan. Jika ini terjadi, maka peristiwa ini merupakan kali pertama yang dilakukan Bank tersebut dalam 10 tahun terakhir.

Menurut laporan Reuters, Jumat kemarin (26 Juli 2019), Kuartal II/2019 tentang laporan produk domestik bruto (PDB) akan segera diorbitkan Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Karena hal tersebut direncanakan untuk meningkatkan pelaku pasar.

Hal ini akan meruju pada penguatan dalam upaya menopang pengeluaran yang dilakukan oleh beberapa konsumen. Dengan kondisi ini, sangat tidak mungkin terjadi resesi keuangan di hari-hari berikutnya.

Kuartal II/2019 Jadi Masalah Utama Ekonomi AS

– Kekhawatiran Ekonomi Amerika Serikat
Menurut pandangan ahli ekonomi dari Moody’s Analytics, West Chester, Pennsylvania, Ryan Sweet, pasar akan mengalami ketakutan jika perlambatan ekonomi hadir. Misal beberapa tahun mendatang keuangan menurun, itu artinya perdagangan AS telah mengalami konflik.

Di sisi lain, Kuartal II/2019 akan memungkinkan PDB AS meningkatkan pemasukan taruhan hingga 1,8 persen. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan persediaaan jumlah barang yang terbilang lebih rendah. Karena di bulan Januari hingga Maret lalu, pertumbuhan ekononi tersebut terbilang cukup stabil.

Hal ini tak perlu dikhawatirkan lebih dalam, karena persaingan pasar di semua negara pasti sering terjadi. Meski begitu, PDB AS tidak boleh lengah dalam menyikapi penurunan ekonomi tersebut.

– Hasil Survey Ekonomi Tahun Lalu
Di tahun 2018, kurang lebih 2,9 persen adalah bukti bahwa ekonomi Amerika Serikat mengalami perkembangan. Karena berdasarkan survey sebelumnya, kenaikan itu bermula dari 2,5 persen.

Para ahli ekonomi AS telah memperkirakan, inflasi dalam satu periode bisa mencapai 2,0 persen jika tidak ada masalah dengan Kuartal II/2019.
Seorang pakar ekonomi dari Wells Fargo Securities, Charlotte, North Carolina, Sam Bullard mengatakan, perkembangan ekomoni PDB AS harus terjaga. Walau kenyataannya stimulus fiskal tengah memudar bahkan tidak adanya kebijakan tentang investasi bisnis.

Ia menambahhkan, memudarnya paket pemotongan pajak senilai 1,5 Triliun Dollar mempengaruhi stimulus ekonomi AS.

Mungkin kedepannya, Presiden AS, Donald Trump akan mengadopsi pemotongan pajak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahap demi tahap.

Tagged : # #

bectietco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *