Pemotongan pajak sejauh ini telah diprogram oleh Pemerintah Tiongkok, Xi Jinping dalam upaya untuk menyetarakan inflasi ekonomi. Hal ini erat kaitannya dengan hubungan internasional terhadap pihak Amerika Serikat (AS) mengenai perdagangan.
Dilansir dari Medcom.id, Minggu (28 Juli 2019), Tiongkok sangat berpeluang besar untuk mengimbagi tarif perdagangan atas AS. Sehingga inflasi ekonomi kedua negara tersebut bakal berada di jalur yang stabil.
Telah diketahui, perang dagang yang hingga kini masih terus membeku antara Washington dengan Beijing memicu Xi Jinping untuk mengatasi masalah tersebut.

Karena itu, perang dagang antara keduanya bisa membenahi faktor ekonomi terhadap pertumbuhan perdagangan di tahun-tahun berikutnya.
Pemotongan pajak yang telah dikemukakan oleh Xi Jinping akan membantu memuluskan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Karena sejak awal, keduanya sama-sama tak ingin dirugikan dalam bidang tersebut.
Sejak awal tahun 2018, Tiongkok dan Amerika Serikat telah mengalami masa sulit. Keduanya terkepung dalam peperangan harga. Sehingga hal ini telah membuat mereka mengalami sanksi impor.

Baca Juga : Presiden Turki Tebar Ancaman Kepada AS Terkait Jet Tempur F-35

Dalam masa itu, Tiongkok masih belum melakukan penetrasi terhadap peperangan tarif yang sedang berlangsung. Meski begitu, pihaknya sudah memiliki rencana besar untuk menyikapinya hingga masalah negara tidak muncul.
Menurut pernyataan Xi Jinping, pihaknya sama sekali tidak ingin membuat pemotongan pajak terhadap negaranya. Tapi mau tidak mau hal ini harus dilakukan demi nama negara dan juga kesejahteraan perdagangan dengan Amerika serikat.
“Apapun yang akan terjadi, kami hanya ingin fokus untuk membenahi masalah ekonomi negara. Dan tak menutup kemungkinan, kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat, Donald John Trump harus dilkaukan,” tambahnya.
Faktanya, Tiongkok telah mengalami pertumbuhan PDB pada kuartal II/2019 senilai 6,2 % sejak awal Juli 2019. Ini menandakan bahwa peningkatan kuartal tersebut dinilai lebih lambat dalam 2 dekade terakhir.

Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi pukulan keras bagi pihak Xi Jinping. Karena upaya untuk menyetarakan inflasi ekonomi salah satunya dari jalan pemotongan pajak.
Menurut pendapat Direktur Utama Ekonom Tiongkok International Capital Corporation (TICC), Ling Hong. Upaya demi upaya telah diberlakukan oleh Pemerintah Tiongkok demi melangsungkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.
Pastinya ada harapan baru bagi Tiongkok bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang akan berjalan baik.
Mengutip dari CNBC, Minggu (28 Juli 2019), Ling Hong beranggapan bahwa pemotongan pajak yang diluncurkan Xi Jinping adalah solusi yang tepat.

Sejak Maret 2019, pemangkasan pajak yang dilakukan Tiongkok tercatat kurang lebih 290,66 Miliar Dollar atau setara 2 Triliun Yuan.
Peluncuran tarif terbaru AS merupakan salah satu hambatan utama Tiongkok. Meski begitu, pemangkasan pajak yang telah disepakati bersama adalah solusi terbaik dalam menyetarakan perlambatan tarif terhadap barang-barang perdagangan Tiongkok dengan AS.

Tagged : # #

bectietco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *