Presiden Turki, Recep Tayyip Erdorgan tebar ancaman kepada Amerika Serikat (AS) terkait program jet tempur F-35. Masalah tersebut terjadi setelah ia dikeluarkan dari proyek besar tersebut.
Melansir dari laman Kompas.Com, Sabtu (27/07/2019), Erdorgan memberi pernyataan pada rapat terbuka Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bahwa pihaknya akan mencari solusi lain atas keputusan itu.
Ada jalan lain yang akan diampu Endorgan dan negaranya bila AS tak kunjung menyerahkan program tersebut.

Beberapa waktu lalu, AS resmi menyatakan bahwa perjanjian kerja sama dengan Turki telah berakhir. Hal ini berindikator lantaran pihak Endorgan telah membeli rudal dari Russia sejenis S-400. Pengiriman rudal tersebut telah terjadi awal Juli 2019.Terkait masalah ini, Turki akan dikenakan sanksi dari pihak Washington lantaran membeli rudal tanpa sepengetahuan AS. Namun Presiden Turki itu tetap tenang setelah mendapat pembelaan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataan itu, Trump menyebut, AS telah memperlakukan Turki secara tidak adil. Ia berharap tak ada sanksi atau hal lainnya yang dapat merugikan Turki.

Baca Juga : AS Diyakini Terdepan Dalam Memenangkan Perang Mata Uang

Endorgan lalu memberi tanggapan, para pejabat AS harus mengeluarkan pernyataan dan bukti – bukti yang relevan terkait masalah pembelian rudal dari Boeing.
“Mereka harus lebih seksama melakukan tindak lanjut dalam urusan kenegaraan. Karena jika tidak, potensi hubungan antar negara kedepannya bisa jadi boomerang,” tambah Erdorgan.

Kekecewaan Presiden Turki
Seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (26/07/2019), Presiden Turki itu mengatakan, jika AS tidak dapat menjalin kerja sama atas program jet tempur F-35, pihaknya akan mencari batu sandungan. Karena hal tersebut sangat penting bagi Turki tahun mendatang.
Jelas sekali hal ini sangat mengecewakan pihak Turki. Karena sebelumnya, hubungan baik itu telah terjalin selama beberapa tahun lalu. Namun sayangnya, saat ini keduanya harus berbeda jalan dalam urusan rudal.

Endorgan memberi penjelasan, hingga saat ini Turki telah melakukan perjanjian terkait pembelian rudal dengan Boeing. Terbukti, pihaknya telah memesan sebanyak 100 pesawat berteknologi baru dan super canggih.
Setelah 1 unit pesawat mereka datangkan, Turki merupakan pelanggan terbaik dan layak untuk dipermanenkan kedepannya.
Erdorgan akan buktikan bahwa pihaknya sanggup berdiri bebas tanpa campur tangan dari pihak AS.

Operasi Utama Presiden Turki
Dalam operasi utama, Presiden Turki itu akan melakukan misi militer di daerah Suriah. Misi tersebut akan membasmi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) selaku teroris.
Indikator dari hal tersebut lantaran sudah tidak ada lagi kepercayaan dari pihak AS.

Endorgan menyatakan, pihak AS yang dulunya menaruh harapan besar dalam misi itu, sekarang misi mereka sangat mustahil dan tak kan mungkin terjadi.
Pihaknya berkesempatan besar mengambil alih misi tersebut demi nama negara.

Tagged : #

bectietco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *