Trump Dinyatakan Tidak Bersalah dalam Sidang Pemakzulan

Trump Dinyatakan Tidak Bersalah dalam Sidang Pemakzulan

Berita Blog Informasi Politik

Trump Dinyatakan Tidak Bersalah dalam Sidang Pemakzulan – Dalam beberapa minggu terakhir ini Amerika Serikat disuguhkan dengan sidang pemakzulannya Presiden mereka, Donald Trump. Setelah berlangsung hingga berminggu-minggu, akhirnya sidang pemakzulan ini pun berakhir dan Senat pun menyelamatkan Presiden AS dengan keputusan mereka yang menyatakan bahwa sang presiden tidak bersalah atas dua pasal yang dituduhkan kepadanya. Hasil ini pun didapatkan pada sidang pemakzulan terakhir yang berlangsung pada Rabu (5/2) di Washington DC. Sidang ini berakhir setelah dilakukan selama berminggu-minggu lamanya. Dengan demikian sang presiden terbebas dari segala tuntutan yang belakangan ini dituduhkan kepadanya.

Dalam sidang tersebut Senat yang dikuasai oleh Partai Republik ini membebaskan Donald Trump dari kedua pasal yang menjeratnya yang dituduhkan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat. Kedua pasal yang dituduhkan kepada sang presiden itu adalah pasal tentang penyalahgunaan kekuasaan yang digunakan oleh Trump dan pasal tentang menghalangi pengedilikan kongres Amerika Serikat. Atas dua pasal ini pihak Dewan Perwakilan Rakyat AS memohon untuk memakzulkan Presiden AS, Donald Trump.

Senat berhasil menyelamatkan Donald Trump dari pemakzulan dengan melakukan voting pada sidang terakhir itu. Dalam hasilnya menunjukan bahwa ada 53 suara memilih untuk membebaskan sang presiden dari pemakzulan dan 47 suara menolak pembebasan Donal Trump dalam sidang tersebut. Dengan hasil tersebut pun dapat disimpulkan bahwa Trump tetaplah Presiden yang memimpin pemerintahan Amerika Serikat dan terbebas dari isu pemakzulan yang belakangan ini membayangi sang presiden.

Dalam sidang terakhir ini Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts pun membacakan pemungutan suara terakhir pada voting yang dilakukan oleh Senat atas dua pasal pemakzulan tersebut. Dalam sidang tersebut ia pun menyatakan bahwa sang presiden dibebaskan dan tidak bersalah atas segala tuntutan yang dituduhkan kepadanya. Hal itu berarti bahwa hingga kini Donald Trump tetap menjadi penguasa di Gedung Putih hingga masa jabatannya berakhir. Tentunya hal ini membawa angin segar bagi sang presiden karena telah bebas dari segala tuntutan penyalahan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan kasus bandar yang berlangsung dalam beberapa minggu belakangan ini. Voting ini pun mengakhiri segala proses sidang dan juga investigasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengusut kasus ini.

Jay Sekulow yang merupakan pengacara Trump menyatakan bahwa keputusan terkait dengan Trump yang akan dikeluarkan dari Gedung Putih ini tidak bisa dilakukan dalam sidang pemakzulan, melainkan harus dilakukan oleh rakyat Amerika Serikat sendiri. Jawaban terbaik bukanlah pemakzulan terhadap sang presiden, melainkan pemilu. Pada intinya mereka yang melaporkan sang presiden merupakan sekumpulan orang yang tidak menyukai Trump termasuk juga pada kebijakan yang dibuatnya. Pasalnya Donald Trump sering kali mengeluarkan kebijakan yang kontroversial dan terkesan tak baik. Oleh sebab itu banyak orang yang tidak menyukainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *